Infeksi Menular Seksual atau lebih dikenal dengan IMS adalah infeksi yang ditularkan dengan cara melalui hubungan seksual, atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit kelamin. Penyebab infeksi tersebut disebabkan karena adanya bakteri seperti sifilis, gonore, virus, jamur (contohnya HIV). Penyakit seperti ini dapat menyerang pria dan wanita. IMS juga dapat menyebabkan infeksi pada alat reproduksi yang dianggap sangat serius, bilamana tidak segera diobati dengan serius dan tepat, dapat menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan, infeksi yang menular, kemandulan, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Risiko paling tinggi terkena Infeksi Menular Seksual ini adalah remaja perempuan, dibandingkan dengan laki-laki. Sebab alat kelamin perempuan sangat rentan, dan juga sering kali berakibat lebih fatal karena gejala awalnya yang tidak dikenali, sedangkan hal tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah. Penyakit Infeksi Menular Seksual yang sering kali terjadi pada masyarakat umum seperti klamidia, bakterial vaginosis, sifilis, gonore, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk laki-laki sendiri, lebih dikenal dengan kencing nanah, yang mempunyai gejala awalnya yaitu keluarnya cairan yang kental berwarna kekuning-kuningan dari alat kelamin, yang mempunyai rasa nyeri di perut bagian bawah.
Komplikasi yang dapat terjadi di antaranya adalah radang panggul pada perempuan, terjadinya kemandulan baik pada laki-laki ataupun perempuan, infeksi pada bayi yang baru lahir di bagian mata dan dapat menyebabkan kebutaan, adanya kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan, serta dapat memudahkan penularan infeksi HIV. Penyakit raja singa atau sering disebut sifilis, yang disebabkan oleh bakteri Treponema palidum. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah timbul tampak luka yang bersifat tunggal, tidak nyeri dan menonjol, bintik merah ditubuh yang bisa hilang dengan sendirinya, serta sering
limfadenopati.
Adanya komplikasi kerusakan yang terjadi pada otak dan jantung, keguguran atau lahir cacat, pada saat kehamilan dapat ditularkan pada cabang bayi, serta dapat memudahkan penularan infeksi HIV. Penyakit klamidia yang disebabkan
bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya bersifat kronis, karena 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala sakit apapun, sehingga tidak memeriksakan diri. Gejala yang timbul yaitu nyeri di rongga panggul, keluar cairan dari vagina/penis yang berwarna putih kekuningan, dan terjadi pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. ). Komplikasi yang terjadi biasanya
menyertai gonore, penyakit radang panggul,
kemandulan akibat perlekatan yang terjadi pada saluran
falopian, kehamilan ektopik (diluar kandungan),
infeksi mata dan juga radang paru-paru (pneumonia)
pada bayi baru lahir serta memudahkan penularan
infeksi HIV.
Referensi:
Kemenkes RI. (2011). Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. Direktorat
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Djuanda, Adhi, Hamzah, Mochtar, Aisah, Siti (Ed). (2010). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Jakarta: Fakultas Kedokteran UI.
Tuntun, M. (2018). Faktor Resiko Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Jurnal Kesehatan,
9(3), 419. https://doi.org/10.26630/jk.v9i3.1109